GRIYA BAYAR
Griya Bayar adalah perusahaan pengelola pembayaran secara online dan bekerjasama dengan PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk dengan sistem 1 deposit untuk semua pembayaran. Layanan kami disebut PPOB (Payment Point Online Bank) yang dikombinasikan dengan Network Marketing yang memungkinkan masyarakat umum dapat membuka Loket pembayaran (PLN, TELKOM, SPEEDY, PDAM, TIKET Pesawat, TIKET Kereta, PULSA HP, TV CABLE dan lain-lain) secara online dengan support teknologi yang canggih.

Griya Bayar dibangun dengan sistem yang handal dan stabil, didukung oleh staff berpengalaman serta managemen yang profesional dan yang tidak kalah penting sistem server kami mampu beroperasional 24 jam Nonstop. Layanan kami menerapkan teknologi website sebagai sarana transaksi online. Untuk melakukan transaksi PPOB cukup melakukannya dengan menggunakan Browser seperti Mozilla yang terkoneksi dengan internet dan dengan perangkat Laptop atau Komputer (PC).

Griya Bayar mengajak Anda untuk bergabung daftar menjadi LOKET PPOB didaerah Anda. Dengan mendaftarkan diri Anda sebagai LOKET PPOB, Anda berhak untuk mendapatkan keuntungan (FEE) dari setiap transaksi yang Anda bayarkan. Sistem kami bisa dijangkau diseluruh wilayah Indonesia yang meliputi : Sumatra, Jawa, Madura, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi dan Irian Jaya.

Griya Bayar dijamin "MUDAH" tidak ada target, jangka waktu, maupun paket penjualan yang kami bebankan kepada Anda, karena sistem yang kami gunakan "MURNI BISNIS". Hasil yang Anda peroleh tergantung dari seberapa banyak jumlah transaksi PPOB Anda setiap harinya. Usaha yang kami tawarkan "GRATIS" tidak dipungut biaya pendaftaran. Manfaatkan kesempatan ini sekarang juga, Ayo segera bergabung bersama Griya Bayar!

Berikut Alasan Kenapa Harus Memilih Griya Bayar :
  • Gratis biaya pendaftaran tanpa dipungut biaya.
  • Keuntugan (FEE) yang kami berikan sangat tinggi.
  • Produk PPOB yang kami tawarkan banyak / lengkap.
  • Satu deposit bisa untuk semua / multi pembayaran.
  • Transaksi cepat dan akurat 24 jam non stop setiap hari secara realtime.
  • Deposit via TIKET (Nominal Unik) sehingga saldo bisa terinput secara otomatis.
  • Dukungan penuh support online customer service via telegram, live chat, Call dan SMS untuk bantuan komplain.
  • Deposit bisa Anda Topup melalui : ATM, Internet Banking, Mobile Banking / SMS Banking, Teller Bank / Setoran Tunai lewat Bank (BTN, BCA, BNI, BRI dan MANDIRI).

Ketua Lapan: Negara Asgardia Masih Menjadi Mimpi



Jakarta - Asgardia sedang hangat diperbincangkan di Tanah Air. Negara yang dideklarasikan oleh ilmuwan Rusia, Igor Ahusrbeyli, pada Oktober 2016 itu, rencananya akan berlokasi di angkasa luar.

Hingga kini, ada 283.694 penduduk Bumi yang telah menjadi Asgardian -- sebutan untuk pendaftar warga negara Asgardia. Mereka berasal dari 226 negara yang ada di dunia.

Dalam mitologi nordik, Asgard adalah kota di angkasa, negara para dewa. Asgardia disebut sebagai realisasi impian abadi manusia untuk meninggalkan tempat lahirnya di Bumi dan berkembang ke alam semesta.

Asgardia nantinya akan berbentuk seperti Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) dengan ukuran lebih besar dan bisa menampung 150 ribu jiwa. Namun, ke depannya, sang pencetus Asgardia ingin menambah kapasitasnya hingga bisa menampung 1,5 juta jiwa.

Namun, apakah Asgardia dapat diwujudkan dalam waktu dekat?

Ketua Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), Thomas Djamaluddin, mengatakan bahwa Asgardia untuk saat ini hanya sekadar mimpi.

"Asgardia masih mimpi," ujar Thomas kepada Liputan6.com, Jumat (28/7/2017).

"Kendala terbesar adalah mewujudkan koloni di antariksa. Teknologi daya dukung kehidupan di antariksa untuk jumlah manusia yang banyak belum ada. Warga yang akan tinggal di sana juga pasti dikenai biaya amat sangat mahal," jelas dia.

Thomas menambahkan, manusia tak dapat bertahan lama di antariksa, termasuk membentuk koloni di sana.

"Selain masalah daya dukung kehidupan (oksigen, air, dan makanan), secara fisik manusia akan semakin lemah ketika terlalu lama berada di ruang gravitasi mikro," ujar Thomas.

Selain itu, saat ini legalitas berdasarkan hukum keantariksaan internasional hanya terkait dengan peluncur objek antariksa. Sementara itu, legalitas koloni antariksa masih diperdebatkan, termasuk Asgardia.